tik tok tik tok
October 5th, 2006 by yoeyoedtik tok tik tok ……………………….
………………………..
sekali lagi kucek inbox
…………
no new messages
………………………………….
tanggal 6 oktober 2006
hari hari jumat
……………………
tik tok tik tok
tik tok tik tok ……………………….
………………………..
sekali lagi kucek inbox
…………
no new messages
………………………………….
tanggal 6 oktober 2006
hari hari jumat
……………………
tik tok tik tok
ramadhan ku jauh dari kampung lantunan bait2 Alquran mengingatknku lagi akan lantunan kesyahduan yang sama dari masjid dekat rumah ibuku memasak sayur bayam dan sayur bumbu bali kesukaanku di waktu sahur kusantap sate ayam yang dibeli bapakku di jalan dekat masjid adikku yang bermalas2an bangun perlahan2 mulai mencerna makanan sahur menit2 menjelang beduk buka orang2 berkerumun di tukang makanan tahu petis, ote2, kolak, es, ehm nikmatnya sebelum masuk waktu maghrib bergegas aku pergi ke masjid bersama dengan pakpohku disana sudah banyak teman2 yang duduk rapi menunggu jatah takjil untuk sekedar menghilangkan lapar dan dahaga sesekali aku turut serta membawakan makanan takjil yang sudah dipersiapkan budheku selepas menyantap makanan berbuka dan berbagai kue2, aku pun bergegas ke masjid lagi ya shalat tarawih akupun bisa ketemu dengan sanak saudara yang lain teman2, tetangga yang biasanya susah bertemu di hari2 biasa namun saat itu, semuanya berkumpul mendekatkan diri kepada Ar Rahiim anak2 kecil masih saja bersenda gurau meski Imam dan jamaah sudah memulai sholat di jeda shalat saat khutbah disampaikan, aku dan teman2 mulai mencatat khutbah untuk dikumpulkan ke guru disekolah setiap minggunya tak terlupakan saat aku dan jamaah yang lain kebingungan mencari sandal karena saling bertumpuk satu sama lain hijau, merah, sandal jepit, sandal bagus beraneka merk tak ketinggalan kelompen milik masjid ramadhan di kampung kini... ramadhan ku jauh dari kampung Senin minggu lalu
RIP my comp, it is hard to say it since It was hard to get this. Anyway, all those electronic must be broken. RIP my comp
Akhirnya aku baru tahu, ternyata bedanya College ama University itu, kalo College cuma punya undergraduate program, kalo University punya undergraduate dan graduate (Master ampe PhD).
I love you the best I can
I always be your man
he he he jarene cak Ronan
Wah wah Trieste jadi seperti punya iklim monsoon, tiap hari hujan, dan deras pula. Ditambah dengan angin dan petir, kilat meramaikan suasana. Bayangkan 2 minggu yang lalu, cuaca amatlah sangat puanas, sampe 32 derajat celcius, terkadang kelembaban tinggi jadinya keringatan apalagi saat harus berjuang berlari agar tidak ketinggalan bus. Tetapi sejak minggu lalu, hujan datang dan suhu mulai turun. Hari ini mencapai 16 derajat, bayangkan drastisnya perubahan cuaca ini. Tapi indahnya hari ini di pusat kota tiba2 kulihat Pelangi, waow Subhanallah begitu indahnya, kulihat sekitar pukul 8.15 sore WIT (Waktu Italia bagian Trieste). Sudah laa tak kulihat dan kunikmati Pelangi, terakhir kalo gak salah waktu dalam bus UI rombongan anak asrama pulang kampung, saat di tol Cikampek.
Sabtu tanggal 29 Juli 2006 kemaren, gw jalan2 lagi ke Aquileia, selatan Udine. Gw ikut soalnya gratis, trus guidenya juga pake bahasa inggris. Aquirelia itu dulunya kota yang rame jaman Romawi dulu. jalan Romawi dulu masih ada walaupun sekarang sudah diaspal. Jalan itu membentang dari utara ke selatan, yang menghubungkan negara2 di utara kota ini, misalnya Austria dengan Grado, sebuah pulau laguna yang dijadikan transit kapal kapal perdagangan dari Asia, Alexandria (Mesir dll).
Bagi yg mo nurunin berat badan, ikutlah program yang gw jalani, terbukti, sekarang berat badan gw turun ampe 3 kg. dan kemaren ketemu ama Dosen UNESA, yang lama gak ketemu, dia bilang gw tambah kurusan, he he he.
Ya gimana lagi, semenjak sibuk di lab untuk nyelesain thesis, jarang sarapan,bahkan ngopi pagi aja jarang.trus di kantin lab juga porsinya dikit dan mahal. di kantin kampus juga ada kenaikan harga walhasil porsi makanan juga dikurangi. minum susu pun juga jarang. nyampe rumah lewat tengah malam bangun pagi pagi. belum juga stress akibat terlalu banyak pikiran, yang ngurus visa, tiket, thesis dll nya.
yah, pengennya sih berat badan naik lagi ya minimal 60 kg.
1. Keren oi, juara umum Olimpade Fisika Internasional, tapi koq sekolah banyak yang terancam (sudah) ambruk, banyak yang gak lulus UAN
2. Anggaran pendidikan belum bisa sesuai dengan amanat UUD 1945, gpp kata bapak2 itu. Tapi bapak2 itu takut gak melaksanakan perintah UU untuk bayar gaji ke 13 buat pejabat
3. Gaji Wakil Lurah lebih rendah daripada Lurah, gaji wakil Rektor mustahil lebih besar daripada Rektor, gaji wakil Presiden mana mungkin lebih besar daripada Presiden. Tapi, Gaji wakil Rakyat HARUS jauh lebih besar daripada rakyat.
4. Kita lagi krisis ekonomi, tapi menurut pemberitaan media , ternyata banyak orang2 kita yang belanja di Singapura.
5. Dulu waktu belajar PMP, wah dengan semangat guru kita mengajarkan bangsa Indonesia terkenal dengan budi pekerti luhur, sopan santun dsb. Tapi menurut penelitian lembaga Internasional, ternyata mayoritas dari kita amat susah (sekedar) menahan pintu untuk orang di belakang kita.
6. Menangani lumpur panas gak bisa, eh malah mau bikin reaktor nuklir.
7. udah ah capek nulisnya ….
ya, lagi2 Indonesia kena musibah, belum selesai Jogja belum selesai Lumpur Panas Sidoarjo kini Tsunami Laut Selatan disusul gempa bumi hampir di seluruh Indonesia dalam waktu yang hampir bersamaan. Mungkin kita jadi hidup dengan segala ketakutan akan bencana, hidup di suatu negara yang kerapkali bencana singgah.
Namun kalau kita lihat di belahan bumi yang lain, bencana juga datang. Selain bencana, terkadang di suatu daerah di belahan bumi yang lain bisa mengalami cuaca yang ekstrim. Misalnya sekarang cuaca di Italia amatlah panas, bisa mencapai 41 derajat, diperparah lagi dengan kelembaban yang rendah. Hal ini sudah menelan korban jiwa teruatama para manula.
Kita sungguh bersyukur hidup di suatu daerah yang gak mengalami perubahan cuaca yang drastis, setahun penuh kita masih bisa bekerja dengan nyaman.
Bayangkan di belahan bumi yang lain, musim dingin yang teramat dingin, musim panas yang teramat panas.
Mari jadikan Musibah di negeri kita menjadi Berkah